Akhir akhir ini masyarakat di hebohkan karena kebijakan whatsapp yang katanya akan mengsingkronisasi data kita di whatsapp, kegiatam transaksi, nomor telephon, dan data lainnya untuk di ekspor atau di singkronkan dengan facebook. Langsung aja gengs semua pengguna whatsapp khawatir dengan kebijakan baru ini, bahkan banyak juga yang langsung beralih ke aplikasi lain yang serupa. Whatsapp sendiri mengumumkan kalau kebijakan ini akan segera diberlakukan, dan untuk mereka yang tidak mau mengikuti kebijakan baru ini diminta untuk meninggalkan atau mencopot whatsapp dari handphone nya.
Padahal kalau menurut mimin sih hal itu wajar saja gengs, karena selama kita menggunakan aplikasi atau layanan gratis sudah pasti kita adalah produk dari aplikasi tersebut. Nah, maksudnya produk gimana tuh? Yah maksudnya, facebook adalah sebuah perusahaan periklanan yang berbasis media sosial, jadi wajar ketika data data kita yang menggunakan layanannya secara gratis untuk mereka yang menggunakan layanan berbayar dalam hal ini periklanan gengs. Jadi mereka yang berbayar ini di berikan fasilitas untuk beriklan dengan membayar sejumlah uang dengan fitur yang bisa disesuaikan seperti ke daerah mana saja iklannya akan didistribusikan? Jenis kelamin apa? Minatnya apa? Umurnya berapa? Dan lain sebagainya. Nah, lalu dari mana facebook mendapatkan semua data itu? Ya dari para pengguna yang mengisi data saat mendaftar, atau bertransaksi di facebook, atau ketika kita mengikuti sebuah halaman, grup, otomatis facebook akan membaca itu sebagai minat. Contoh ketika kita akan mengiklankan sepatu nih gengs, pasti kita ingin iklan kita sampai ke mereka yang penyuka, mencari dan minat dengan produk kita kan? Nah itu yang facebook lakukan selama ini.
Cuma menurut pengalaman nih gengs, beberapa tahun ini facebook kebanjiran akun akun bodong, akun akun palsu dari orang orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi setiap ada pengguna yang menggunakan jasa periklanan facebook malah rugi karena iklan mereka juga kebanyakan sampai ke akun akun fake tadi gengs. Nah atas dasar itu kayanya facebook ingin meningkatkan kualitas aplikasinya biar para pengiklan ini gak lari ke tempat lain untuk ngiklanin produknya. Maka mungkin mensingkronlan whatsapp dengan facebook adalah salah satu jalan untuk itu. Karena kita tau gengs, kalau whatasapp adalah aplikasi messenger yang setiap saat digunakan orang orang untuk berkomunikasi dengan saudara, kerabat, keluarga, rekan bisnis dan lain sebagainya. Jadi sudah bisa dipastikan kalau pengguna whatsapp yang fake itu jarang, maksudnya jauh lebih banyak yang menggunakan whatsapp sebagai kebutuhannya yang tidak seperti facebook saat ini.
Kalaupun itu terjadi sebetulnya wajar aja gengs, karena kan whatsapp sendiri memang milik facebook. Sama seperti instagram yang juga milik facebook, instagram pun sama kok disingkronkan dengan facebook tapi jarang sekali bahkan gak ada terdengar orang orang protes.
Nah kalau memang gak mau dan tidak terima hal itu, memang sebaiknya jangan menggunakan semua produk facebook seperti whatsapp dan instagram. Sebetulnya hal ini sama kok dengam google yang juga perusahaan periklanan digital. Para pengguna google tidak diminta bayaran jika menggunakan mesin pencari google, system operasi android di handphonenya, atau instal aplikasi, membuka youtube dan lain sebagainya. Tapi karena kita adalah pengguna gratis, otomatis kaya yang mimin bilang diatas bahwa kita akan jadi produknya, atau dengan kata lain kita akan jadi sasaran pengiklan. Coba deh kalian searching kata kunci kerudung segi empat atau t-shirt, kaos, hairnet kain dan lainnya, apa yang kita ketik di situ akan di rekam google sebagai minat kamu. Jadi setiap kali ada pengiklan dengan kata kunci itu kamu bakalan nerima iklan sesuai dengan apa yang pernah atau kegiatan kamu di produk produk google.
Banyak juga yang takut dengan kebijakan baru whatsapp ini yang katanya kita sudah tidak punya privasi bahkan akan yang membuat status atau hastag RIP PRIVASI. Tenang aja , whatsapp sendiri sudah mengumumkam, bahwa kebijakan privasi pengguna tetap seperti semula, aman banget. Jangankan bocor dan disadap orang lain, bahkan whatsapp nya sendiri gak bisa buka pesan kita di aplikasinya karna semua.pesan yang dikirim melalui aplikasi whatsapp akan di enkripsi secara end-to-end, diubah menjadi data data kode gitu gengs. Jadi tenang aja, aman kok. Maka dari itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial yamg gengs.

